Jaha: Wangi Pulut Bakar Khas Sulawesi Tengah yang Menggoda Selera! ππ₯
"Menyelami Rasa, Menjelajahi Nusantara" Indonesia tak hanya kaya budaya dan alam, tapi juga menyimpan kekayaan rasa dari Sabang hingga Merauke. Setiap daerah punya cita rasa unik yang sarat makna dan tradisi. Melalui blog ini, kita akan menjelajah kuliner Nusantara—dari sajian legendaris hingga masakan rumahan yang memikat. Bersiaplah untuk petualangan rasa yang membawa kita pulang ke akar Indonesia.
Bubur pedas adalah makanan khas dari Sambas, Kalimantan Barat, yang berasal dari budaya Melayu Sambas. Meskipun namanya "pedas", bubur ini tidak selalu berarti sangat pedas; kata "pedas" di sini lebih merujuk pada banyaknya rempah dan sayur-mayur yang digunakan.
Awalnya, bubur pedas dibuat sebagai makanan penghangat tubuh dan pengisi tenaga saat berbuka puasa atau dalam acara gotong royong. Seiring waktu, bubur ini menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan, terutama karena proses memasaknya sering dilakukan bersama-sama oleh warga kampung dalam porsi besar.
Kini, bubur pedas menjadi ikon kuliner Sambas yang juga dikenal hingga ke Pontianak dan Singkawang.
Bubur ini terbuat dari beras yang disangrai dan ditumbuk kasar, dimasak dengan campuran berbagai sayuran dan rempah, di antaranya:
Daun kesum (daun laksa)
Daun kunyit muda
Daun pakis
Kacang panjang, jagung, wortel
Serai, lengkuas, daun salam
Ikan teri atau daging cincang (opsional)
Aromanya sangat harum, warnanya hijau dan cokelat karena sayuran dan rempah, dan teksturnya lembut seperti bubur oat dengan rasa gurih dan sedikit pedas alami dari rempah.
Biasanya disajikan dengan:
Sambal belacan
Ikan asin goreng
Kerupuk
RM Bubur Pedas Hj. Zubaidah – Sambas
Tempat legendaris yang menyajikan bubur pedas tradisional dengan cita rasa otentik khas Melayu Sambas.
RM Kampung Melayu – Pontianak
Menyediakan menu khas Melayu, termasuk bubur pedas dengan topping ikan teri dan sambal belacan yang khas.
Pasar Juadah Ramadhan – Singkawang
Tempat ideal mencicipi bubur pedas saat bulan puasa. Banyak warga lokal menjual versi rumahan yang otentik.
250 gram beras, sangrai dan tumbuk kasar
1 liter air kaldu ayam/sapi
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
1 ruas lengkuas, memarkan
2 sdm ebi/ikan teri halus
Garam, lada, dan penyedap secukupnya
Kacang panjang, iris kecil
Daun kesum (jika ada)
Daun kunyit muda
Pakis, bayam, kangkung
Jagung manis, wortel, kol
Sambal belacan
Ikan teri goreng
Bawang goreng dan kerupuk
Tumis ebi/teri halus bersama serai, lengkuas, dan daun salam hingga harum.
Tambahkan air kaldu dan masukkan beras tumbuk. Masak hingga mengental seperti bubur.
Tambahkan semua sayuran secara bertahap, mulai dari yang keras hingga yang cepat layu.
Masak hingga sayur matang, koreksi rasa dengan garam dan lada.
Sajikan panas dengan pelengkap.
Jika tak ada daun kesum, bisa diganti daun kemangi meski aroma agak berbeda.
Beras sangrai harus ditumbuk tidak terlalu halus agar tekstur tetap terasa.
Gunakan banyak sayur untuk rasa maksimal dan kaya nutrisi.
Bubur Pedas Sambas adalah contoh nyata bagaimana budaya dan alam berpadu dalam satu mangkuk. Rempah dan sayur dari hutan dan kebun masyarakat dipadukan menjadi sajian sehat dan menghangatkan. Ini bukan sekadar makanan, tapi warisan hidup Melayu Kalimantan yang mengajarkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan cinta terhadap bumi tempat tinggal mereka.
Komentar
Posting Komentar